Friday, April 11, 2014

PCD PRAKTIKUM



Tugas Pendahuluan Praktikum PCD
Berdasarkan dari peta digital JawaBarat,  peta ini memiliki 8 landsat dimana landsat 8 menyempurnakan satelit pengamat bumi sebelumnya. Meski memiliki karakteristik yang mirip dengan Landsat 7 baik resolusinya (spasial, temporal, temporal), metode koreksi serta ketinggian terbang serta karakteristik sensor yang dibawanya, namun jumlah band serta rentang spectrum-nya berbeda. Satelit Landsat 8 memiliki sensor Onboard Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensor (TIRS) dengan jumlah kanal sebanyak 11 buah. Diantara kanal-kanal tersebut, 9 kanal (band 1-9) berada pada OLI dan 2 lainnya (band 10 dan 11) pada TIRS. Karena Landsat 8 memiliki tambahan band, kombinasi band untuk membuat komposit RGB berbeda dengan Landsat 7 atau Landsat 5. Berikut table kombinasi band RGB pada Landsat 8 Jawa Barat :

GAMBAR
KOMBINASI BAND
KETERANGAN
5 4 3
Untuk Melihat Vegetasi
6 5 4
Untuk Analisis Vegetasi

7 5 3
Natural With Atmospheric Removal

7 6 5
Atmospheric Penetration

5 6 4
Daratan atau Air





3 2 1
true color composite atau warna sebenarnya yang ada di permukaan bumi

Sunday, March 16, 2014

Sistem Informasi Perencanaan


Sistem Informasi Perencanaan
  • ASPEK GEOMETRIK
Peta memiliki fungsi untuk menunjukan posisi atau lokasi relatif suatu tempat, oleh sebab itu pembuatan konstruksi peta merupakan bagian penting pada pekerjaan pemetaan. Pada pembuatan konstruksi peta tersebut semua titik-titik di muka bumi harus disajikan dalam posisi yang sesuai dengan kerangka geometrik yang diukur di lapangan
pastedGraphic.pdf
Gambar 1
 titik - titik di muka bumi

Aspek geometrik pada pembuatan peta adalah pemilihan ellipsoid referensi yang akan digunakan untuk penghitungan sistem proyeksi yang akan digunakan. Dari segi teoritis aspek geometrik berhubungan dengan transformasi matematis koordinat geografi pada permukaan bumi ke koordinat proyeksi bidang datar. Sedangkan dari aspek praktis-nya, berhubungan dengan pembuatan konstruksi/jaringan dari kerangka geometrik peta.
  • KOORDINAT
    1. Sistem Koordinat, sistem koordinat dapat menghubungkan antara satu titik dengan titik lainnya yang menunjukan posisi wilayah dimuka bumi dan di tentukan oleh garis lengkung bumi.
    2. Koordinat Geografis, teridiri dari : 
      • lintang ( latitude = φ ) , yang merupakan suatu titik dengan panjang busur yang diukur pada suatu meridian dihitung dari ekuator sampai ke paralel yang melalui titik tersebut.
      • bujur ( longitude = λ ) , merupakan suatu titik yang diukur pada suatu garis paralel antara meridian titik pengamatan dengan meridian nol (meridian Greenwich).
      • Koordinat Geografis titik P (φ , λ),Besaran harga lintang (φ ) dihitung mulai dari titik P sepanjang garis meridian sampai berpotongan dengan garis ekuator ; besaran harga bujur (λ) dihitung mulai dari perpotongan garis meridian dari titik P dengan ekuator, sampai dengan perpotongan garis ekuator tersebut dengan meriadian nol.
  1. Koordinat proyeksi, pada koordinat ini terdiri dari koordinat suatu titik dinyatakan dengan besaran absis (X) dan ordinat (Y). Titik Nol sistem koordinat adalah pusat bumi, dan sumbu-sumbu sistem koordinatnya terikat ke bumi.
  • PROYEKSI PETA
Proyeksi peta merupakan transformasi sebuah peta dengan menggunakan rumus matematis tertentu. Proyeksi peta adalah model matematik untuk mengkonversi posisi tiga dimensi suatu titik di permukaan bumi ke representasi posisi dua dimensi di bidang peta. Jenis Proyeksi Peta diantaranya :
  1. Proyeksi kerucut, bidang proyeksinya adalah bidang kerucut dimana suatu kerucut diletakan pada bumi dan menyinggung bola bumi sepanjang suatu lingkaran.

pastedGraphic_1.pdf
Gambar 2
Proyeksi Kerucut
  1. Proyeksi silinder, bidang proyeksinya bidang silinder dimana suatu silinder diletakan pada bumi dan kemudian didatarkan.
pastedGraphic_2.pdf
Gambar 2
Proyeksi Silinder

  1. Proyeksi azimuthal (zenithal), bidang proyeksinya bidang datar.

pastedGraphic_3.pdf
Gambar 3
Proyeksi azimuthal

  1. Ditinjau dari distorsi yang diakibatkan :
    • Proyeksi konform, sudut dipermukaan bumi sama dengan sudut pada bidang proyeksi dimana daerah-daerah kecil pada peta sama sebangun dengan yang ada dipermukaan bumi.
    • Proyeksi equivalent, luas di atas peta sama dengan luas di atas muka bumi pada skala yang sama. 
    • Proyeksi equidistant, jarak di peta sama dengan jarak di muka bumi pada skala yang sama.
  1. Ditinjau dari orientasi atau kedudukan garis karakteristik :
  • Proyeksi normal, garis karakteristiknya berimpit dengan sumbu bumi. 
  • Proyeksi  miring (oblique), garis karakteristiknya membentuk sudut dengan sumbu bumi. 
  • Proyeksi transversal (transverse), garis karakteristiknya tegak lurus dengan sumbu bumi.

pastedGraphic_4.pdf
Gambar 4
Proyeksi ditinjau dari orientasi

  • PEMILIHAN SISTEM PROYEKSI PETA           
Berdasarkan sistem proyeksi peta, pemilihan suatu sistem proyeksi peta adalah berdasarkan: 
  • pada posisi daerah, bentuk dan ukuran daerah yang akan dipetakan
  • serta kegunaan peta bersangkutan.
            Idealnya, bentuk dan ukuran daerah yang dipetakan sesuai dengan pola distorsi dari jenis proyeksi yang dipilih, sebagai contoh: 
• proyeksi azimunthal baik digunakan untuk suatu negara dengan area kecil, garis 
  potong bidang proyeksi terletak pada pusat dari area yang dipetakan
• proyeksi silinder baik untuk suatu negara yang bentuknya seperti empat persegi
  panjang, 
  • proyeksi kerucut cocok untuk negara yang berbentuk seperti segitiga.
  • PROYEKSI TRANSVERSE MERCATOR (TM)
          Proyeksi Transverse Mercator adalah proyeksi silinder transversal yang bersifat konform. Pada proyeksi ini secara geometris silindernya menyinggung bola bumi pada sebuah meridian yang disebut meridian sentral (meridian tengah).
pastedGraphic_5.pdf
Gambar 5
Proyeksi Transverse Mercator

  • SISTEM GRID UNIVERSAL TRANSVERSE MERCATOR (UTM)
           Universal Transverse Mercator yang merupakan modifikasi dari sistem proyeksi Transverse Mercator dimana yang menjadi acuan adalah sistem grid. Sistem ini baik untuk pekerjaan pemetaan topografi, referensi untuk citra satelit dan aplikasi lainnya yang memerlukan ketelitian untuk penentuan posisi. Ciri-ciri dari sistem grid UTM adalah :
    • Sistem grid UTM adalah sistem grid yang bersifat universal, membagi seluruh wilayah permukaan bumi menjadi 60 bagian yang disebut sebagai zone UTM. Masing - masing zone UTM dibatasi oleh 2 buah meridian dengan lebar 60 bujur dan 80 lintang.
    • Zone UTM diberi nomer yaitu zone 1 antara 1800 BB sampai 1740 BB terus kearah timur sampai zone 60 antara 1740 BT sampai 1800 BT. 
    • Batas lintangnya adalah 800 LS dan 840 LU ke arah utara dengan kode huruf C berturut-turut ke utara sampai dengan huruf X untuk Lintang Utara 720– 840.
    • Setiap zone UTM, bidang proyeksi silinder tidak menyinggung permukaan bumi, tetapi memotong bumi. 
    • Masing-masing zone mempunyai koordinat sendiri yaitu titik potong meridian sentral dengan garis ekuator yang disebut sebagai titik nol sejati (true origin ).  
    • Dalam sistem grid metrik, meridian sentral diberi absis fiktif sebesar 500.000 meter Timur (mT), sedang untuk ordinat, agar tidak dijumpai harga negatif maka di sebelah selatan ekuator diberi ordinat sebesar 10.000.000 meter Utara (mU), disebelah utara ekuator diberi ordinat 0 meter Utara (mU).
  • SISTEM PROYEKSI PETA TM DI INDONESIA
Ada dua instansi yang menggunakan sistem proyeksi Transverse Mercator untuk pemetaan dasar nasionalnya dengan sistem grid UTM, yaitu : 
    • Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) 
      • Peta Dasar Nasional yang diterbitkan oleh Bakosurtanal merupakan suatu seri peta yang meliputi seluruh daerah Indonesia, terdiri dari beberapa skala peta yaitu 1:25.000, 1:50.000, 1:100.000, 1:250.000.
      • Sistem proyeksi yang digunakan adalah Transverse Mercator dengan lebar zone 6° serta sistem grid UTM. 
      • Sumbu pertama adalah meridian tengah dari tiap zone, sedang sumbu keduanya adalah ekuator.
      • Absis semu sebesar 500.000 meter pada meridian tengah, sedang ordinat semu 0.00 meter di ekuator untuk belahan bumi bagian Utara, dan 10.000.000 meter di ekuator untuk belahan bumi bagian selatan. Angka perbesaran pada meridian tengah adalah sebesar 0.9996. 
  • PETA DASAR NASIONAL
              Peta Dasar Nasional Indonesia menggunakan garis tepi peta dalam bentuk gratikul. Pada setiap ujung peta dicantumkan koordinat geografis (lintang dan bujur) dan juga koordinat kartesian hasil transformasi dari koordinat geografis ke koordinat proyeksi Transverse Mercator (TM). Selain menggunakan garis gratikul pada garis tepi peta, pada seri peta Rupabumi Indonesia juga dicantumkan garis grid dalam bentuk ‘tick’ yang terletak disebelah bawah dan kanan muka peta. Posisi Geografis Indonesia dari 95 – 140 derajat BT, 6 derajat LU – 11 derajat LS, dan 8 zone UTM (zone 47 – 54).

pastedGraphic_6.pdf
Gambar 6
Pembagian Lembar Peta TM6
  • KONSTRUKSI PETA
Pada sebuah peta disajikan garis-garis konstruksi peta, dalam bentuk garis gratikul (graticule) dan garis grid. Umumnya garis-garis yang terdapat pada muka peta tergantung pada garis tepi petanya. 
    • Grid merupakan garis-garis pada muka peta yang tergambar saling tegak lurus, penyajian garis grid pada muka peta dan garis tepi peta lebih banyak digunakan pada peta-peta skala besar. Pada konstruksi ini bentuk garis - garis pada peta tegak lurus, yaitu sumbu x yang vertikal dan sumbu y yang horizontal
    • Graticule merupakan garis-garis pada muka peta yang tergambar tidak saling tegak lurus, dan perpotongannya merupakan koordinat geografis. Penyajian garis graticule pada muka peta dan garis tepi peta lebih banyak digunakan pada peta-peta skala kecil. 
  • SKALA PETA
Skala peta merupakan perbandingan jarak di peta dengam jarak sebenarnya dilapangan, pemilihan skala peta bergantung pada penggunaan peta. Ada beberapa klasifikasi skala peta diantaranya :
    • peta skala besar , garis tepi peta skala besar menggunakan garis grid.  Koordinat keempat ujung peta selalu dalam bentuk bilangan bulat, dalam pengertian dua atau tiga angka terakhir mempunyai besaran 100 meter atau 1000 meter (tergantung skala peta).
    • peta skala besar , garis tepi peta skala besar menggunakan garis grid.  Koordinat keempat ujung peta selalu dalam bentuk bilangan bulat, dalam pengertian dua atau tiga angka terakhir mempunyai besaran 100 meter atau 1000 meter (tergantung skala peta).
    • peta skala kecil, garis tepi peta yang disajikan pada peta skala kecil adalah garis gratikul. Selain pada keempat ujung peta, pada sepanjang garis tepi peta juga disajikan koordinat geografis. 

Monday, March 10, 2014

All About GIS


  • Definisi GIS
GIS atau SIG merupakan sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. GIS secara tegas memisahkan antara bentuk visualisasi/presentasi dengan data-datanya (basis data) sehingga visualisasi dapat diubah dalam beragam bentuk sesuai dengan basis data yang dimiliki. Visualisasi data dikenal dengan geovisualization. Sedangkan kumpulan data-data (basis data)  dalam GIS tersimpan secara sistematis dalam geodatabase.

pastedGraphic.pdf
Gambar 1



GIS dapat menggabungkan data sebelumnya dan data terbaru dari penelitian di lapang. GIS dapat menghasilkan peta yang dapat membantu untuk memberi focus pada tema penelitian yang akan dilakukan. Hasil utama dari GIS umumnya adalah peta yang dilekapi dengan analisa statistik terhadap suatu lokasi tertentu. Data dapat dimasukkan ke dalam GIS dengan berbagai cara, diantaranya scanning, digitalisasi, gambar dari satelit, atau map digital
   
Menurut para ahli :
  1. Turban (2007) : sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk digunakan sebagai wahana capturing, storing, modeling, retrieving, checking, integrating, manipulating, analyzing, dan displaying data spasial yang bergeoreferensi dengan digitasi peta.
  2. ESRI (1990) : kumpulan yang terorganisir dari perangkat keras komputer, perangkat lunak, data geografi dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, memperbaharui, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi geografis.
  3. Ronaff (1989) :  sistem informasi yang didasarkan pada kerja komputer yang memasukkan, mengelola, memanipulasi dan menganalisa data serta memberi uraian.
  4. Berry : sistem informasi, referensi internal, serta otomatisasi data keruangan.
  5. Prahasta : software yang dapat digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan keluaran informasi geografis berikut atribut-atributnya.

Fungsi GIS :
  1. Pengelolaan dan analisis data spasial
  2. Menganalisa informasi-informasi geografis dalam memahami fenomena ruang yang terjadi dan kemudian hal tersebut menjadi acuan untuk pengambilan keputusan di berbagai tingkatan kehidupan.
  3. Inventarisasi Sumber Daya Alam, melalui penerapan GIS, dapat diidentifikasi tentang potensi-potensi alam yang tersebar di suatu wilayah. Identifikasi ini akan memudahkan dalam pengelolaan sumber alam untuk kepentingan orang banyak.
  4. Disaster Management, artinya, aplikasi GIS dapat digunakan untuk melakukan pengelolaan rehabilitasi pasca bencana. Misalnya, saat bencana tsunami menerjang Aceh dan Nias, Badan Rehabilitasi - Rekonstruksi Aceh - Nias (BRR Aceh-Nias) menggunakan GIS untuk memetakan kondisi terkini dan menentukan prioritas pembangunan di lokasi yang paling parah kerusakannya.
  5. Penataan Ruang & Pembangunan sarana-prasarana, manfaat teknologi GIS yang ketiga ini dapat berbentuk banyak hal. Mulai dari untuk analisis dampak lingkungan, daerah serapan air, kondisi tata ruang kota, dan masih banyak lagi. Penataan ruang menggunakan GIS akan menghindarkan terjadinya banjir, kemacetan, infrastruktur dan transportasi, hingga pembangunan perumahan dan perkantoran.
  6. Sektor Pertahanan & Komunikasi. Peta data spasial dapat berguna bagi pemerintah untuk mengidentifikasi batas-batas perairan dan daratan. 
  • Input Data
  1. Data Raster, Model raster umumnya menggunakan ‘square cells’ untuk memperlihatkan permukaan geografi bumi. Bentuk ‘square cells’ ini juga sering disebut sebagai pixels (elemen gambar). Setiap pixel mengandung satu proporsi dari permukaan bumi. Ukurannya ditentukan oleh operator pada saat memulai dataset, atau oleh sistem inpt data (contohnya: Scanner satelit dengan resolusi spasial). Setiap ‘square cells’ memiliki nilai tunggal yang dapat merepresentasikan data kelas (1 = tumbuhan, 2 = urban, dll). Lapisan-lapisan ini dapat digunakan untuk memperlihatkan tampak, kelas, konsentrasi, dll.
  2. Data Vektor, Model vector ini memperlihatkan tampak permukaan bumi dengan menggunakan titik, garis, dan poligon. Titik hanya memperlihatkan koordinat tunggal dan tidak memiliki panjang atau area. Sementara garis dapat memperlihatkan tampakan linier seperti jalan, atau setapak yang merupakan sekumpulan titik yang berhubungan. Garis memiliki posisi dan panjang, tapi tidak memiliki area. Poligon adalah tampakan yang dapat dihasilkan dari garis-garis yang bersentuhan, dimana titik awal dan akhir berada pada titik yang sama.

Sunday, February 23, 2014

SNI 6502.3:2010


SNI 6502.3:2010
Tentang Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Skala 1:50.000

Pada peta skala 1 : 50.000 Sebuah peta skala 1:50.000 berarti bahwa satu satuan ukuran di atas peta sama dengan 50.000 satuan ukuran di atas permukaan bumi.
  • Datum horizontal , yang digunakan di dalam peta rupa bumi adalah Datum Geodesi Nasional 1995 (DGN-95) yang berparameter elepsoid sama dengan World Geodetic System 1984 (WGS-84), yaitu:
a = 6.378.137,0 meter,
f = 1/298,257223563.
  • Selang dan indeks kontur, Selang kontur digambarkan tiap 25 m, dengan indeks kontur digambarkan tiap empat selang kontur (100 m), dan kontur bantu adalah setengah dari nilai garis kontur (tiap 12,5 m)
  • Unsur dan Simbol :
    • Bangunan, dinotasikan dengan persegi kecil dan diberi warna hitam pastedGraphic.pdf
    • Permukiman, dinotasikan sebagai luasan area yang diberi warna hitam dan orange pastedGraphic_1.pdf
    • Kantor pemerintahan:
      • gubernur pastedGraphic_2.pdf
      • bupati/ walikota pastedGraphic_3.pdf
      • Camat pastedGraphic_4.pdf
      • Lurah/ kepala desa pastedGraphic_5.pdf
    • Tempat Peribadatan :
      • Masjid pastedGraphic_6.pdf
      • Gereja pastedGraphic_7.pdf
      • ViharapastedGraphic_8.pdf
      • Pura pastedGraphic_9.pdf
    • Makam, terdiri dari : Tempat Pemakaman Umum, Taman Makam Pahlawan, Pemakaman Islam, Pemakaman Kristen dan Pemakaman Cina dengan tipe bentukan simbol adalah titik berwarna hitam, contohnya pastedGraphic_10.pdfuntuk pemakaman islam
    • Pembangkit listrik, yang terdiri dari : PLTA, PLTU, PLTD dan PLTN tipe bentukan simbol adalah titik berwarna hitam, contohnya pastedGraphic_11.pdf untuk pusat listrik tenaga air
    • Tempat bangunan bersejarah, merupakan tempat atau bangunan bersejarah memiliki warna hitam dan tipe bentuk simbol adalah titik. pastedGraphic_12.pdf
    • Menara, merupakan Bangunan tinggi dan biasanya sebagai tempat pemasangan transmisi, antena, dan sejenisnya memiliki warna hitam dan tipe bentuk garis adalah titik. pastedGraphic_13.pdf
    • Tempat menarik, tempat yang dinilai menarik baik untuk pariwisata maupun umum, warna yang digunakan adalah magenta dan tipe bentuk simbol adalah titik. pastedGraphic_14.pdf
    • Tambang, tempat atau bangunan yang melakukan eksploitasi bahan bumi warna yang digunakan adalah hitam dan tipe bentuk simbol adalah titik. pastedGraphic_15.pdf
    • Menara air, warna yang digunakan adalah cyan dan tipe bentuk simbol adalah titik. pastedGraphic_16.pdf
    • Tangki bahan bakar, warna yang digunakan adalah magenta dan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Sumber atau sumur, terdiri dari : Sumber gas alam, Sumber air panas, Sumber bahan bakar dengan warna yang digunakan adalah hitam untuk sumber gas alam, sedangkan untuk sumber air panas dan sumber bahan bakan adalah magenta dengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Kawat tegangan tinggi, merupakan kawat yang menghantarkan arus listrik tegangan tinggi dari sumber pembangkit ke stasiun berikutnya dengan tipe bentuk simbol adalah garis 
    • Pipa bahan bakar,merupakan pipa untuk menyalurkan bahan bakar cair dari satu tempat ke tempat lain dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan berwarna hitam
    • Pipa gas, merupakan pipa untuk menyalurkan gas dari satu tempat ke tempat lain dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan berwarna hitam
    • Jalan tol, Jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan dengan tinta cetak Hitam, Magenta, Kuning pastedGraphic_17.pdf
    • Jalan arteri, terdiri dari Jalan arteri dua jalur dan Jalan arteri satu jalur dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan dengan tinta cetak Hitam, dan Magenta
    • Jalan kolektor, merupakan jalan yang melayani angkutan dengan ciri- ciri perjalanan jarak sedang dan kecepatan rata-rata sedang dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan dengan tinta cetak Hitam dan Magenta
    • Jalan lokal, merupakan jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat dan kecepatan rata-rata rendah dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Jalan Lain dan Setapak, dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan warna magenta
    • Tonggak Kilometer, dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan warna magenta
    • Jembatan layang dan Jembatan, dengan tipe bentuk simbol adalah titik  dan warna hitam pastedGraphic_18.pdf
    • Titian dan Sipon atau Gorong- gorong pastedGraphic_19.pdf dan pastedGraphic_20.pdf
    • Tambangan dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Jalan kereta api rangkap, Jalan kereta api tunggal, Talang, Terowongan dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Stasiun kereta api dan Perhentian kereta api , dengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Bandar udara domestik atau internasional dan Bandar udara perintis , dengan tipe bentuk simbol adalah garis 
    • Sawah irigasi Sawah tadah hujan, Kebun atau perkebunan, Hutan, Semak Belukar, Tegal atau ladang, Rumput atau tanah kosong, Hutan rawa dengan tipe bentuk simbol dengan tipe bentuk simbol adalah area, contohnya pastedGraphic_21.pdf untuk sawah irigasi
    • Kontur dan Kontur indeks dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Kontur bantu dengan tipe bentuk simbol adalah garis putus
    • Kontur daerah berbatu, Cekungan, Tebing, Bukit atau gundukan, Tanggul - Tanggul tanah, Tanggul diperkeras Galian - Galian tanah dan Galian diperkeras dengan tipe bentuk simbol adalah garis putus
    • Pasir pasut, dengan tipe bentuk simbol adalah area
    • Pasir, dengan tipe bentuk simbol adalah area dan garis
    • Titik tinggi (spot height), Tanda Tinggi Geodesi (TTG), Titik GPS dan Titik gaya berat dengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Batas negara, Batas provinsi, Batas kabupaten atau kota, Batas kecamatan, Batas kelurahan atau desa dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Garis pantai dengan tipe bentuk simbol adalah area
    • Batu karang, Terumbu karang dan Mata air dengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Beting karang dan Danau dengan tipe bentuk simbol adalah area
    • Sungai, dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Sungai musiman , Terusan, Bendung atau bendungan, Penahan ombak, Dermaga dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Arah aliran, Air terjun , Jeram Pelabuhan Internasional, Pelabuhan Nasional, Pelabuhan Lokal Menara suar, Stasiun pasang surut dengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Rawa, Empang atau tambak, Penggaraman dengan tipe bentuk simbol adalah area
Contoh Peta Rupabumi Skala 1:50.000

Rangkuman SNI 6502.2:2010



Rangkuman SNI 6502.2:2010
Tentang Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Skala 1:25.000

Pada peta skala 1:25.000 berarti bahwa satu satuan ukuran di atas peta sama dengan 25.000 satuan ukuran di atas permukaan bumi.
  • Datum horizontal, Datum horizontal yang digunakan di dalam peta rupa bumi adalah Datum Geodesi Nasional 1995 (DGN-95) yang berparameter elepsoid sama dengan World Geodetic System 1984 (WGS-84), yaitu:
a = 6.378.137,0 meter
f = 1/298,257223563
  • Datum vertikal, datum ini didasarkan pada permukaan laut rerata atau tinggi geoid setempat untuk tiap daerah atau pulau
  • Cakupan lembar peta, Satu lembar peta rupa bumi skala 1:25.000 mencakup daerah dengan ukuran 7,5’ lintang dan 7,5’ bujur. Dan terdapat pengecualian untuk mencakup pulau kecil atau suatu daratan yang kecil untuk menghindari tambahan lembar peta
  • Selang kontur, digambarkan tiap 12,5 m, indeks kontur digambarkan tiap empat selang kontur (50 m), dan kontur bantu adalah setengah dari nilai garis kontur (tiap 6,25 m).
  • Unsur dan Simbol :
    • Bangunan, dinotasikan dengan persegi kecil dan diberi warna hitam
    • Permukiman, dinotasikan sebagai luasan area yang diberi warna hitam dan orange
    • Kantor Pemerintahan, terdiri dari : Kantor Gubernur, Bupati atau Walikota, Camat, dan Lurah atau Kepala desa dengan tipe bentuk adalah titik  dan berwarna hitam
    • Fasilitas Umum, terdiri dari : Pendidikan, Rumah Sakit, Kantor Polisi, Pasar, Pelayanan Pos dengan simbol - simbol tertentu dengan warna simbol hitam. Dengan contoh simbol pastedGraphic.pdfuntuk sarana pendidikan dan pastedGraphic_1.pdfuntuk rumah sakit
    • Tempat Peribadatan, terdiri dari : Masjid, Gereja , Vihara, Pura dimana tipe bentuk simbol adalah titik berwarna hitam, dengan contoh simbol pastedGraphic_2.pdfuntuk masjid
    • Makam, terdiri dari : Tempat Pemakaman Umum, Taman Makam Pahlawan, Pemakaman Islam, Pemakaman Kristen dan Pemakaman Cina dengan tipe bentukan simbol adalah titik berwarna hitam, contohnya pastedGraphic_3.pdfuntuk pemakaman islam
    • Pembangkit listrik, yang terdiri dari : PLTA, PLTU, PLTD dan PLTN
    • Tempat bangunan bersejarah, merupakan tempat atau bangunan bersejarah memiliki warna hitam dan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Menara, merupakan Bangunan tinggi dan biasanya sebagai tempat pemasangan transmisi, antena, dan sejenisnya memiliki warna hitam dan tipe bentuk garis adalah titik
    • Tempat menarik, tempat yang dinilai menarik baik untuk pariwisata maupun umum, warna yang digunakan adalah magenta dan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Tambang, tempat atau bangunan yang melakukan eksploitasi bahan bumi warna yang digunakan adalah hitam dan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Menara air, warna yang digunakan adalah cyan dan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Tangki bahan bakar, warna yang digunakan adalah magenta dan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Sumber atau sumur, terdiri dari : Sumber gas alam, Sumber air panas, Sumber bahan bakar dengan warna yang digunakan adalah hitam untuk sumber gas alam, sedangkan untuk sumber air panas dan sumber bahan bakan adalah magenta dengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Kawat tegangan tinggi, merupakan kawat yang menghantarkan arus listrik tegangan tinggi dari sumber pembangkit ke stasiun berikutnya dengan tipe bentuk simbol adalah garis 
    • Pipa bahan bakar,merupakan pipa untuk menyalurkan bahan bakar cair dari satu tempat ke tempat lain dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan berwarna hitam
    • Pipa gas, merupakan pipa untuk menyalurkan gas dari satu tempat ke tempat lain dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan berwarna hitam
    • Jalan tol, Jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan dengan tinta cetak Hitam, Magenta, Kuning
    • Jalan arteri, terdiri dari Jalan arteri dua jalur dan Jalan arteri satu jalur dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan dengan tinta cetak Hitam, dan Magenta
    • Jalan kolektor, merupakan jalan yang melayani angkutan dengan ciri- ciri perjalanan jarak sedang dan kecepatan rata-rata sedang dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan dengan tinta cetak Hitam dan Magenta
    • Jalan lokal, merupakan jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat dan kecepatan rata-rata rendah dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Jalan Lain dan Setapak, dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan warna magenta
    • Tonggak Kilometer, dengan tipe bentuk simbol adalah garis dan warna magenta
    • Jembatan layang dan Jembatan, dengan tipe bentuk simbol adalah titik  dan warna hitam
    • Titian dan Sipon atau Gorong- gorong
    • Tambangan dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Jalan kereta api rangkap, Jalan kereta api tunggal, Talang, Terowongan dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Stasiun kereta api dan Perhentian kereta api , dengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Bandar udara domestik atau internasional dan Bandar udara perintis , dengan tipe bentuk simbol adalah garis 
    • Sawah irigasi Sawah tadah hujan, Kebun atau perkebunan, Hutan, Semak Belukar, Tegal atau ladang, Rumput atau tanah kosong, Hutan rawa dengan tipe bentuk simbol dengan tipe bentuk simbol adalah area
    • Kontur dan Kontur indeks dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Kontur bantu dengan tipe bentuk simbol adalah garis putus
    • Kontur daerah berbatu, Cekungan, Tebing, Bukit atau gundukan, Tanggul - Tanggul tanah, Tanggul diperkeras Galian - Galian tanah dan Galian diperkeras dengan tipe bentuk simbol adalah garis putus
    • Pasir pasut, dengan tipe bentuk simbol adalah area
    • Pasir, dengan tipe bentuk simbol adalah area dan garis
    • Titik tinggi (spot height), Tanda Tinggi Geodesi (TTG), Titik GPS dan Titik gaya berat dengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Batas negara, Batas provinsi, Batas kabupaten atau kota, Batas kecamatan, Batas kelurahan atau desa dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Garis pantai dengan tipe bentuk simbol adalah area
    • Batu karang, Terumbu karang dan Mata air dengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Beting karang dan Danau dengan tipe bentuk simbol adalah area
    • Sungai, dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Sungai musiman , Terusan, Bendung atau bendungan, Penahan ombak, Dermaga dengan tipe bentuk simbol adalah garis
    • Arah aliran, Air terjundengan tipe bentuk simbol adalah titik
    • Rawa, Empang atau tambak, Penggaraman dengan tipe bentuk simbol adalah area

Peta Rupabumi Kota Bandung 1 : 25.000

Rangkuman SNI 19-6502.1-2000



Rangkuman SNI 19-6502.1-2000 
  • Tentang Spesifikasi Teknis Peta Rupabumi Skala 1:10.000

    • Ukuran Lembar Peta, berdasarkan isi dari SNI 19-6502.1-2000 ukuran keseluruhan cakupan wilayah adalah 2’30’’ lintang dan 2’30’’ bujur, dan ada pengecualian khusus untuk pulau-pulau kecil atau daratan kecil untuk tidak masuk ke dalam cakupan peta untuk menghindari tambahan lembar peta
    • Datum, yang digunakan adalah geodesi nasional 1995 dengan parameter spheroid:
       a = 6.378.137,0 meter
       f = 1/298,257223563
    • Simbol Peta
        • Bangunan, berbentuk persegi dengan ukuran point simbol adalah p=1,5 dan l=1,5 dengan warna hitam
        • Kantor Pemerintahan, kantor pemerintahan terdiri dari : Kantor Gubernur, Kantor Bupati, Kantor Walikota, Kantor Kecamatan, Kantor Kelurahan dan Kantor Desa dengan bentuk persegi panjang
        • Fasilitas Umum, terdiri dari : Kantor Pos, Kantor Polisi, Kantor Telepon, PLN, PDAM, Rumah Sakit, Pukesmas dan Sekolah dengan bentuk persegi panjang
        • Fasilitas Peribadatan, terdiri dari : Mesjid, Gereja, Pura atau kuil, Vihara dengan bentuk persegi panjang
        • Kuburan, terdiri dari : Kuburan Islam, Kuburan Kristen, Kuburan China, Kuburan Hindu, Tempat Pemakaman Umum, dan Taman Makam Pahlawan dengan bentuk yang disesuaikan
        • Pembangkin Listrik, terdiri dari : PLTA, PLTU, PLTD dan PLTN dengan bentuk pesergi panjang
        • Sumber Alam, terdiri dari : tambang, sumber gas alam, sumber mata air, sumber air panas, tempat bersejarah, tempat yang menarik, menara, tangki air, dan tangki bahan bakar dengan bentuk simbol yang disesuaikan
        • Industri dan Komersial, terdiri dari : Pasar Tradisional dan Pusat Perbelanjaan dengan bentuk persegi panjang
        • Jalan, terdiri dari : Jalan Utama, Jalan, Jalan tidak diperkeras, Jalan Lain, Jalan lain tidak diperkeras, Jalan setapak, Jalan setapak tidak di perkeras, Jalan kereta api, Jalan Lori, Jembatan, Titian, Tambangan, Sipon dan Gorong-Gorong dengan bentuk garis yang disesuaikan
        • Fasilitas Perhubunga, terdiri dari : Terminal Bis, Stasiun Kereta Api, Tonggak Kilometer, Bandara Internasional atau Domesti, Bandara Perintis, Pelabuhan Samudra(Internasional), Pelabuhan Antar Pulau, Pelabuhan Nelayan, Dermaga, Menara Suar, dan Stasiun Pasang Surut dengan bentuk yang disesuaikan
        • Garis Kontur, terdiri dari : Garis Kontur, Kontur Indeks, Kontor daerah berbatu, Kontur Bantu, dan Garis Depressi Cekungan dengan bentuk garis yang disesuaikan 
        • Titik Geodesi, terdiri dari : Titik Tinggi Geodesi, Titik Dopler, Titik Triangulasi Primer, Titik Trianggulasi Tertier, Titik GPS, Titik Gaya Berat, Titik Tinggi dengan bentuk yang disesuaikan
        • Penutup Lahan, terdiri dari : Sawah Irigasim Sawah tadah Hujan, Tegalan atau Ladang, Belukar, Tanah kosong atau rumput, Hutan, Rawa, Hutan Rawa, dan Kebun dengan bentuk luasan yang disesuaikan
        • Hidrologi, terdiri dari : Garis Pantai, Batu Karang, Terumbum Beting Karang, Sungai, Sungai Musiman, Air Terjun, Jeram, Arahan Aliran, Empang atau Tambak, Penggaraman, Danau, Terusan, Bendunganm dan Pasir laut Darat dengan bentuk luasan
        • Batas Administrasi, terdiri dari : Batas Provinsi, Batas Kabupaten, Batas Kodya atau Kotip, Batas Kecamatan, Batas Kelurahan dan Batas desa dengan bentuk garis yang disesuaikan